ad

rahudman

Medan,Ina-Ratusan anggota Ikatan Pemuda Karya (IPK) dan Satuan Pelajar Mahasiswa Ikatan Pemuda Karya (SAPMA IPK), menggelar unjuk rasa di gedung DPRD Sumut jln Imam Bonjol Medan,Rabu (20/3).

Koordintor Aksi, Niko mengatakan DPRD Sumut harus segera mendesak Kejati Sumut menangkap Rahudman yang telah mengkhianati bangsa ini. Rahudman bukan kebal hukum, segera tangkap karena sudah merugikan bangsa kita.Mereka menuntut agar penetapan Rahudman Harahap selaku Walikota Medan sebagai tersangka kasus korupsi segera ditangkap dan diadili.

“Kami sudah beberapa kali ke gedung dewan ini dan meminta penetapan Rahudman sebagai tersangka kasus korupsi segera ditangkap. Kami minta hukum ditegakkan seadil-adilnya, segera tangkap Rahudman. Kami akan tetap melakukan aksi tiap minggunya sampai Rahudman ditangkap,” kata Niko didampingi Ir Franky Lombogia, Ketua DPP Sapma IPK seluruh Indonesia dan Ketua Sapma IPK Sumut Budi Dharma SH.

Dalam aksinya, massa juga melampirkan dugaan korupsi yang dilakukan Rahudman yakni pada 29 Mei 2006 seperti yang pernah dilaporkan oleh Ongku P Hasibuan (Bupati Tapanuli Selatan) dan berupa korupsi tunjangan Penghasilan Aparat Pemerintahan Desa (TPAPD) Tapsel tahun 2005 sebesar Rp 1,5 miliar.

Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat Medan untuk tidak diam dalam menyikapi kasus korupsi Rahudman, meminta masyarakat Medan untuk melaporkan kasus-kasus yang dilakukan oleh Walikota Medan, keluarga dan kroni-kroninya selama memerintah.

Selanjutnya Ketua Sapma IPK Sumut Budi Dharma SH menekankan DPRD Sumut harus serius menyikapi kasus dugaan korupsi yang dilakukan Walikota Medan,Rahudman Harahap untuk segera ditindak lanjuti.

“Kami juga merasa kecewa dengan kinerja anggota DPRD Sumut yang tidak prokatif menyikapi persoalan yang disampaiakn rakyat.Buktinya gedung semegah ini tak seorangpun anggota dewan yang hadir menerima aspirasi mereka”, tegas Budi.

Aksi unjuk rasa ini sendiri, mendapatkan pengawalan dari petugas kepolisian.(man)

 

Publish on Maret 21st, 2013 under Berita Utama by Redaktur | Komentar Dimatikan

Komentar telah ditutup.

ad